Powered by Blogger.

Coffee Break Panda

BY DEVANDA C.P.N

CINTA. Pastinya tiap orang pernah merasakan cinta, baik cinta pada orang tua, keluarga, maupun pada orang lain. Jatuh cinta adalah hal yang biasa karena pada dasarnya cinta adalah fitrah manusia. Lantas, apakah yang kita lakukan ketika kita sedang jatuh cinta? Ada banyak sekali yang kita lakukan dan tiap-tiap orang berbeda. Mungkin ada yang berusaha kepoin doi; ada yang selalu stalking akun sosmed doi biar tahu kondisi doi, kesukaan doi; mungkin beberapa kaum adam ada yang mendekati doi, mencari perhatian, bahkan mengungkapkan perasaannya. Namun ada juga yang diam dan memendam rasa cintanya, biasanya hal ini dilakukan oleh kaum hawa.

Ada banyak hal yang kita lakukan ketika kita sedang merasakan jatuh cinta. Lalu pertanyaannya adalah apakah anda mencintai Allah SWT, Tuhan yang menciptakan anda? Tentu saja anda menjawab iya. Lantas apakah anda melakukan hal yang sama terhadap Allah SWT seperti anda mencintai seseorang?

Pada Surat Ali Imran ayat 31 telah dijelaskan jika anda mengaku mencintai Allah maka ikutilah Rasulullah Saw, niscaya Allah juga akan membalas cintamu dan mengampuni dosa-dosamu. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah anda sudah bisa dikatakan kalau anda benar-benar mencintai Allah?

Sehingga dapat disimpulkan bahwa cinta adalah sebuah kata kerja. Bila anda mengaku mencintai Allah maka anda harus bertindak dan bekerja sesuai surat Ali Imran ayat 31. Cinta pada Allah tidak bisa hanya dalam kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan mentaati perintah dan larangan Allah SWT.

Waalahhualam.

 September, 2016

Artikel ini saya temukan saat mau mindahin data dari laptop ke drive. Niatnya saya simpan di blog gitu heheuhe.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Yuhu akhirnya saya diberi kesempatan untuk ikut tantangan ngeblog 30 haru menulis blog oleh Blogger Perempuan Network. Saya dari dulu itu sellau nungguin proyek ini tapi kok nggak launching-launching dan ketinggalan mulu hehe. Akhirnya h-1 proyek ini dimulai, saya cek di Instagram BPN eh lagi ngadain, yauds saya langsung ikutan lah. Dengan rasa percaya diri saya mampu menyelesaikannya sebab dulu di awal tahun saya juga bikin tantangan ini sendiri, alhamdulilah awal tahun itu lancer. EH tapi berbeda banget sama tantangan yang dikin sama BPN. Kenapa?

Saya tau berat dan sulit ya buat istiqomah serta meluangkan waktu untuk menulis dalam sehari. Dalam challenge ini pun saya banyak sekali ngelanggarnya dan bahkan ini kelewat satu hari dalam menyelesaikannya. Saya sempat vakum dua minggu nggak nulis. Gilss. Why? Kenapa dev? Kenapa?

Pertama pake alasan ngeles dulu yaw haha, yaitu akhir-akhir ini pas perkuliahan menjelang berakhir. Banyak proyek uas dan tugas serta uas yang mendadak haha. Rasanya ngos-ngosan. Ini aja ada sekitar dua puluh tulisan mungkin saya kebut dan borong di waktu akhir proyek ini. Untung saya punya cumi-cumi yang selalu nyemangatin saya haha. Selain itu saya lagi semangat banget buat ngalahin proyek Ramadan dari Lembaga sebelah haha. Apaansih. Saya lagi semangat mendesain acara Ramadan Ceria Gen-Q. Jadi disamping akademik yang teriak-teriak buat diperhatikan, saya masih sempet ngurusin Ramadan Ceria Gen-Q. ALhamdulilah lancar.

Alasan yang utama kenapa saya lemot banget ngerjain proyek ini adalah tantangan ini bertentangan dengan diri saya sendiri. Saat saya menulis dengan tema-tema yang diberikan, bukannya saya writers block, tapi ini bukan deva banget gitu. Misalkan kayak nulis tentang resep makanan, aduh niche blog saya bukan tentang resep makanan atau kuliner. Tapi niche blog saya adalah personal blog dengan sederet cerita dan ruang berpikir saya. Lha ini saya dipaksa buat nulis sesuatu yang bertentangan dengan diri saya. Apalagi karakter saya itu ngga suka disuruh-suruh wkwk. Saya itu suka jadi mahluk yang merdeka eak. Tapi saya selalu menyadarkan diri saya bahwa dari awal saya sudah komitmen untuk bergabung dengan tantangan ini, maka selesaikan dengan kapasitamu. Walaupun banyak banget tulisan saya yang sangat jauh dari karakter tulisan devanda. Nggak pake hati lah Bahasa kasarnya.

But it’s ok.

Setidaknya saya merasakan bagaimana menulis dengan tema yang ditentukan bahkan menulis dengan tema yang bukan saya banget wkwk. Nggak enak juga yak nulis nggak pake hati wkwk. Tapi tetap beda gitu pas saya nulis untuk freelance, itu say amasih nulis pake hati dan melibatkan karakter menulis saya. Tapi nggak tau kenapa tantangan ini tuh beda gitu wkwk. Ya sudahlah. ALhamdulilah saya bisa menyelsaikan dengan baik walaupun molor satu hari haha.

Terlepas dari evaluasi dan sebagainya, IT’S SO FUN AND VERY CHALLENGING FOR ME. Keren deh saya wkwk ya memuji diri sendiri juga perlu yekan.


THANK YOU SO MUCH FOR MY LOYAL READERS. STAY TUNED IN MY BLOG PLEASE BECAUSE AS ALWAYS I HAVE UNIQUE IDEA AND STORY HAHA.

 

And last but not least, thank you myself hehehe. 



#BPNRamadan2020

#Day30

#challangenulisblog30haribyBloggerPerempuanNetwork

 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Banyak hal yang membuat manusia tidak menyukai diri mereka sendiri. Apalagi ketika individu pernah mengalami masa-masa kelam, mereka cenderung membenci diri mereka sendiri dan bisa menyebabkan gangguan kejiwaan. Kurang mencintai diri sendiri dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti melukai diri sendiri hingga berusaha untuk mengakhiri hidup. Dikutip dari Wolipop Lifestyle (2018) kasus Aktris Jada Pinkett Smith yang melakukan percobaan bunuh diri. Istri Will Smith ini baru mencoba untuk bunuh diri. Beruntung, Jada mengambil kebijakan "Kesehatan mental adalah sebuah praktik mencintai diri sendiri".

Mencintai diri sendiri memiliki banyak manfaat untuk diri sendiri dan menjadikan hidup tenang dan damai. Menurut Stephanie Kang (2018), seorang psikolog dari PsychCentral (psychcentral.com), menjalin hubungan dengan diri sendiri adalah hal yang paling penting di muka bumi ini. Sederhananya, memiliki hubungan yang baik dengan diri sendiri akan membantu kita untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan orang lain, sekaligus menjadi langkah awal kesuksesan dalam hidup. Dengan mencintai diri sendiri, manusia belajar untuk memahami diri dan terus bersyukur dengan apa yang dimiliki atau menerima segalanya yang terjadi pada hidupnya. Sehingga rasa stres dan sedih yang kita rasakan akan berkurang karena kita ikhlas menerimanya. Selain itu, menurut Joslyn yang berusia 12 tahun dari Singapura mengatakan jika kita mencintai diri sendiri maka kita akan merasa lebih senang dan lebih positif terhadap diri kita sendiri. Manusia yang terbiasa dengan pikiran-pikiran positif mengenai dirinya akan mudah menyemangati dirinya sendiri. Lalu, Trisha Bosas yang berusia 16 tahun dari Filipina mengatakan jika kita mencintai diri, kita akan belajar mencintai orang-orang di sekitar kita dan mereka juga akan mencintai kita.

Pada dasarnya, manusia tidak dituntut untuk fokus pada omongan orang lain dan juga tidak akan disibukkan untuk membandingkan diri dengan kehidupan orang lain, sehingga akan punya lebih banyak waktu untuk mengurus diri sendiri menjadi lebih baik lagi, atau dikenal dengan istilah “Me Time”. Me time merupakan salah satu cara meningkatkan rasa cinta pada diri sendiri dengan meluangkan waktu untuk menyelami diri sendiri lebih jauh atau melakukan deep talk dengan diri sendiri. Sering kali kita mudah untuk memberikan waktu kepada orang, tetapi kita jarang memberikan diri sendiri waktu untuk melakukan proses pengenalan diri, refleksi, merenung, atau evaluasi diri. Sesederhana pula Me Time diwujudkan melalui melakukan hal-hal yang disukai diri secara sendirian tanpa ada distraksi dari berbagai hal termasuk manusia dan sosial media. Dikutip dari Body and Soul (2015) praktisi yoga, Kate Kendall menuturkan me time bisa saja berupa kegiatan sederhana seperti mengambil napas dalam-dalam di meja kerja, atau sampai tahap yang lebih kompleks yakni merencanakan liburan. Hal yang pelaing penting, jadikan me time sebagai waktu untuk menyenangkan diri Anda sehingga bisa membuat Anda kembali bisa menikmati hidup dan optimis menghadapi tujuan Anda. Karena fungsi dari me time sendiri yakni kembali mengisi energi tubuh kita.

 

 #BPNRamadan2020

#Day29

#challangenulisblog30haribyBloggerPerempuanNetwork


Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

Akhir Ramadan selalu menjadi ruang penyesalan. Sebab Ramadan segera pamit dan kita belum maksimal dan sempurna dalam menyambut Ramadan. Masih saja terperangkap dalam zona rebahan. Masih saja pura-pura lupa dan nggak sadar keuntungan di bulan Ramadan. Memang sih kita sadar tau, tapi kesadaran itu nggak sampai meresap ke hati. Akibatnya yang bergerak menjalankan teknis ibadah itu anggota tubuh, bukan iman dan hati. Astagfirullah.


Maka, hari ini sebelum Ramadan berlalu saya pun berdoa dan semoga Allah SWT mengijabah, amiin.

“Yaa Allah! Semoga puasaku kali ini bukanlah yang terakhir. Puasa bulan ini menjadi puasa yang Engkau rahmati. Terimalah puasaku dengan segala keridhaan-Mu”

“Ampunilah semua dosaku yang belum Engkau ampuni hingga berlalunya Ramadan nanti wahai Maha Pengampun nan lagi Maha Penyayang.”

“Selamatkanlah kami dari bencana dan wabah Covid-19, Ya Allah. Selamatkan umat muslim terutama di Palestina dari segala kedzaliman.”

“Masukkanlah hamba dan sanak saudara serta orag-orang yang saya sayang ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.”

“Semoga bulan Ramadhan tahun ini bukanlah Ramadan terakhir saya Bersama orang-orang yang saya kasih sayangi. Ya Allah, pertemukan saya dan keluarga serta teman-teman kembali dengan Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh harapan dan semangat 45.”

“Pancarkan cahaya keimanan dalam iman dan hati kami, agar kami melakukanya penuh dengan keimanan bukan sekedar menggerakkan anggota tubuh saja dalam beribadah.”

“Aaamiiiin Yaa Mujiibas-Saailiin”

Itu dia mungkin doa yang saya panjatkan sebelum Ramadan berakhir. Semoga Allah SWT mengijabah dan mengabulkan serta memberi yang terbaik pada hamba-Nya. Semoga kita mendapatkan ampunan di bulan Ramadan tahun ini, dan dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan ya teman-teman.

Kalau kalian, doa apa yang dipanjatkan sebelum Ramadan berakhir? Ada ide nggak buat tambahan list doa saya hehe.

 

 

#BPNRamadan2020

#Day28

#challangenulisblog30haribyBloggerPerempuanNetwork

 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Lebaran hampir di depan mata. Pasti kebutuhan gengsi berteriak-teriak minta dipenuhi buat tampil mewah di pasca Ramadan. Hmm padahal ini lagi corona, lebaran ya di rumah aja, ngga usah mewah-mewah. Apalagi ekonomi dalam masa pandemi ini sedang tidak baik-baik saja. Jadi kita sebagai hamba Allah Yang Maha Keren ini harus bisa melek finansial dan mengelola keuangan dengan baik. Agar harta kita juga tidak untuk kepentingan kita saja, tetapi dapat membantu manusia lain yang sedang membutuhkan. So that’s why in here I will tell you about “tips berhemat di masa corona”.

 

  1. Bagi gaji atau cashflow anda menjadi beberapa pos-pos keuangan.

Dalam dunia finansial ya diklasifikasikan dalam enam kategori pos keuangan yang wajib yaitu sedekah, proteksi (asuransi atau dana untuk sakit dll), menabung dan investasi, hutang dan cicilan, kebutuhan pokok, dan hiburan. Tapi ini bisa kalian sesuaikan dengan value dan kondisi masing-masing ya. Kalau saya sendiri sih yak karena nggak punya hutang ya nggak ad apos keuangan untuk kategori hutang dan cicilan. Jadi pokok sesuaikan dengan kondisi kalian ya.

 

2. THR

Nah, biasanya menjelang lebaran, dari perusahaan atau sanak saudara haha akan memberikan Tunjangan Hari raya, maka gunakan uang tersebut untuk berbagi dengan yang membutuhkan dan masukkan ke dalam pos keamanan/proteksi serta hiburan. Lebaran kan hari Bahagia umat islam ya kalian bisa menggunakan Sebagian dana THR untuk hiburan dalam memeriahkan idul fitri.

 

3. Jaga Pandangan

Jaga mata saat belanja baik di marketplace atau di swalayan atau pasar. Hal yang harus dilakukan adalah kuatkan hati agar tidak mudah tergoda untuk belanja apa yang kita lihat. Berpikir jernih agar mampu memilih mana yang prioritas dan bukan. Untung kalau bikin list belanja gitu sambil dikasi quotes untuk memagari hati dan mata yang kebelet beli sesuatu yang belum begitu penting. Apalago kalau barangnya pas diobral diskon. WUih saya sering banget terpengaruh haha. Tapi Cuma berakhir di keranjang, nggak di-check out wkwk. Hal yang perlu kita lakukan adalah tahan dan bersabar. Nggak papa masukin ke keranjang aja buat muasin hati, tapi nggak usah dicheck out haha. Seperti saya.

 

4. Skip Beli Baju Baru 

Semakin dewasa kita juga harus lebih mampu berpikir jernih lah ya. Mana yang harus dibeli dan mana yang ngga usah di beli dulu. Contohnya baju lebaran. Ya kalau masih ada baju nggak usah beli yang baru, disimpan saja uangnya. Lebih memikirkan saving money untuk jangka panjang. Karena kita tidak tau bagaimana hari-hari ke depan akan terjadi.

 

Bijaklah dalam emmbeli guys. Mungkin itu ya tips hemat versi saya. Ya sama kayak pada umumnya, Cuma ya itu sih coba ubah pola pikir perlahan-lahan. Walaupun susah wkwk. Selamat mencoba..

 

#BPNRamadan2020

#Day27

#challangenulisblog30haribyBloggerPerempuanNetwork

 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me
Hallo, I'm Devanda! Seorang pelajar absurd yang nyasar di platform digital bernama blog dan suka ngoceh random dalam bentuk tulisan. Yuk kepoin blog aku dan berteman, berdiskusi bersama lewat dm ig: @pandamonokurobo atau drop ur email on devancpn30@gmail.com [Klik gambar selengkapnya]

Klik Follow dong biar seneng

Blogger Perempuan

Follow Sosmedku dongs

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Postingan Populer

  • Me Time
    Salah satu hikmah yang saya ambil saat saya sedang sakit di bulan November 2019 adalah tentang me time. Selama saya sakit kan goler-go...
  • OSPEK Part II: Maba Rebel
    Hari kedua ospek di bulan Agustus di usung oleh fakultas. Yaaaa ospeknya begitulah. Aku jarang main-main sama temen sejurusan waktu sebe...
  • Surabaya
    oya saya lupa nggak sempat foto-foto karena ngejar waktu takut kemalaman. Cuma ambil sedikit sekali foto. Sebenarnya pergi ke Suraba...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  January 2022 (1)
      • Hal yang Aku Sesali Selama Menjadi Mahasiswa
  • ►  2021 (41)
    • ►  November 2021 (5)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  May 2021 (25)
    • ►  April 2021 (5)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (1)
  • ►  2020 (75)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (19)
    • ►  April 2020 (15)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (27)
  • ►  2019 (19)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (2)
    • ►  May 2019 (1)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (11)
  • ►  2018 (35)
    • ►  December 2018 (15)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (4)
    • ►  July 2018 (8)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
  • ►  2017 (3)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  November 2017 (1)

Categories

  • #30daysBPN
  • cerita receh
  • Curhat
  • Event
  • life
  • Makanan
  • Opini
  • parenting
  • review
  • Sejarah
  • semester 1

Kenalan dulu dong

Devanda C.P.N
View my complete profile

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates