Powered by Blogger.

Coffee Break Panda

BY DEVANDA C.P.N

Semedi? Apa maksudnya? Aku ini kalau buat istilah suka aneh-aneh ya wkwkwk. Gak kaget, orang diriku aja aneh bagi sebagian orang haha.



Jadi sejak bulan-bulan aku sok sibuk, aku berpikir bahwa mahasiswa adalah status zona nyaman untuk terhindar dari realita dunia wkwkwk. Kemudian, aku merasa lelah harus terus bekerja, apalagi sempat membandingkan teman-temanku sekelas yang cuma ikut kuliah doang, kayak hidupnya damai wkwkw. Padahal ya cuma sekadar tau sekilas saja. Rumput tetangga pasti lebih hijau muda daripada rumput kita yang hijau tua. Tapi aku sebenarnya suka rumput hijau tua.


Nah akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil jeda dari hiruk pikuk pekerjaan atau urusan profesional yang terikat. Aku benar-benar bebas dan merdeka kah sekarang? Gak juga wkwk.


Baca: Target di Tahun 2021


Tapi perjalanan aku bersemedi di bulan September sampai Desember 2021 tidak mulus begitu saja. Namanya juga manusia, aku tergoda untuk ikut kegiatan wkwkwkwk. Bulan Juli, setelah mbak Alia (pendamping di Career Class) membuat sesi deeptalk. Aku sempat eyel-eyelan sama temanku dari pembahasan deeptalk tersebut. Isinya seputar pekerjaan profesional/karir. Aku bilang bahwa diriku pokok maunya berkarir dari rumah saja, entah freelancer atau sebagainya. Nggak mau karir, jadi aku merasa tidak akan menghadapi tantangan jenjang karir yang menurutku mengkhawatirkan bagiku haha. Tapi ternyata temanku melihat sikapku adalah sebuah kedok untuk aku menghindari dan tidak menghadapinya sebab berhubungan dengan interaksi orang lain haha. Tau aja, dan dia benar, setelah aku renungkan. 


Akhirnya bulan Juli itu juga, aku kembali kepikiran konsep meluaskan kapasitas diri yang pernah kubuktikan di bulan Februari 2021. Aku percaya diri sekali bahwa nantinya di bulan September aku bakal bisa merealisaskan ide bisnisku sambil bekerja full time + magang kampus merdeka + kuliah + skripsi. Percaya diri sekali Anda wkwkwk.


Baca: FEBRUARI-KU KAYAK LARI MARATON: KERJA, KULIAH, MAGANG, DAN (NYAMBI) USAHA


Bulan Juli di detik-detik terakhir eak, aku apply magang kampus merdeka di dua perusahaan. Saat itu pula, aku ditawari suatu perusahaan untuk mendaftar loker yang sedang dibukanya. Aku melakukan apply magang dan loker pula. Ketika aku menjalankan proses seleksi, seperti interview, assesment, dan sebagainya, rasanya hati ini kok bingung wkwkwk. Takut kalau keterima atau juga pengen keterima soalnya gajinya full time kan gak di atas part time/freelance (yang sedang kujalanin) wkwk, serta khawatir nggak bisa usaha deh pas mahasiswa (ya waktu tersisaku menjadi mahasiswa ya September-Desember 2021, menginjak semester 7 euy).


Soalnya aku mikir, kalau aku mulai serius berdagang pas mahasiswa, gagal pun tak apa deh, aku masih punya back up dari keluarga, meskipun selama ini aku berusaha mandiri finansial. Aku ingat, kata siapa ya lupa, katanya kalau bingung pas belum keterima itu nggak perlu, soalnya belum tentu diterima wkwkw. Jadi ya terus aku merasa jalanin wae.


Apa yang kita rencanakan, memang terbaik melibatkan Sang Arsitek Kehidupan. Aku dan orang tuaku kala itu melakukan istikharah, apakah pekerjaan full time ini baik untukku dan keluargaku tidak. Bila tidak dijauhkan, dan bila baik didekatkan. Meskipun orang tauku berharap aku diterima kerja full time wkwkwkwk dan aku juga (pengen) berharap biar dapat gaji lalu bebas melakukan hal yang aku suka hahahahhaha.


TARA!!!


Hasilnya sangat sangat di luar logika wkwkwk.



Apa hayo hasilnya?



Aku tidak diterima dimana pun, baik magang kampus merdeka atau pekerjaan full time hahaha. Rasanya kalau pake logika nggak masuk. Soalnya, loker tersebut diajukan dari perusahaan yang sudah mengenalku dengan baik, serta proses seleksi itu hanya formalitas. Aku jadi anak magang di perusahaan tersebut selama 8 bulan. Lamanya masa magang karena mereka yang minta perpanjang. Sombong bet dah aku disini, sok sokan perusahaannya yang butuh anak magang kayak aku WKWKWKKWKW. Sebenarnya aku sudah dilamar sejak masa magang bulan ke-empat. Tapi mereka tahu aku masih mengemban 15 SKS dan mereka tahu aku anaknya ambis di akademik juga. Padahal mah biasa aja MENURUTKU.


Tapi at the end, gak masoook. WKWKWK


Sekarang Anda bisa melihat saya, seorang Devanda jadi pengangguran di bulan September tanpa penghasilan dan sedang merasa susah karena tidak punya penghasilan. Tapi Alhamdulilah, masih ada dana darurat, modal usaha, dan hasil side hustle September yang cukup untuk disyukuri wkwk. Bulan ini aku membuat aktivitas menghasilkan uang dengan modal besar. Aku sendiri sempat tak percaya diri bisa melunasinya haha. Tapi ya bismillah wae. Aku ingin menjadi diriku kembali seperti tahun lalu yang berani melakukan sesuatu tanpa overthinking, meskipun gagal wkwkwk. Bedanya, kali ini aku mempertimbangkan secara logika dan realita. Jadinya keputusannya ada bayangan hasil dan risikonya.


Baca: RECAP 2020


Padahal modal usaha baru kukumpulkan dari bulan Mei hingga Agustus ya kalau dipikir seberasa besar sih? Tapi bismisllah dicukupkan. Entah berhasil atau gagal, ketika aku kehilangan uang ini, aku tidak akan menyesal. Karena uang itu sudah melakukan reinkarnasi menjadi karakter dan pengalaman dalam diriku. Hidup memang tidak selalu gratis guys. Namun, Pencipta kita terlalu menggratiskan banyak hal dalam kehidupan kita. Maka manfaatkan dan maksimalkan obralan gratis tersebut.


Yupe, postingan ini nggak ada kabar kesuksesanku. Ini hanyalah sebuah informasi dan update kabar terbaru haha. Thanksss semoga bermanfaat netizen devancpn.com


Terakhir!!!

Walaupun diriku tidak terikat pada pihak mana pun, tapi kok aku jadwalnya padat terus ya hahahaha. Kayak adaaaaa ajaaaaa yang disibukkan. Heran sendiri. Emang aku ini terjebak dalam kata sibuk, yang sebenarnya gak sibuk. Paham gak sih? Semoga paham yawwww rrrr

Penampakan Google Calender -ku yang sepi melompong, hanya dipenuhi perkuliahan aja. Apaan dah jadi kupu-kupu doang WKWKWK


Baca juga: ALLAH MEMBERI SESUAI KEBUTUHAN KITA, BUKAN KEINGINAN #BAGIAN 1

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Kali ini aku akan berbagi tulisan tentang hasil renungan yang aku ingin tulis, namun nyatanya Allah memberikannya secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan kita. Kisah ini diawali dari keinginanku punya usaha saat kuliah tapi inginnya pas kelas 3 SMA wkwkkw. Aku itu terus berdoa buat memiliki usaha dengan target sekian nominalnya. Bukankah kalau meminta harus spesifik?


Aku ingat, awal aku jualan mandiri, nggak gabung sama tim, benar-benar individu yang berdiri sendiri. Bahkan sekarang aku pun bertanya kepada diri sendiriku, kok berani ya aku senekad dulu? wkwk


1. Memulai Usaha Makanan, Berujung Tidak Laku


Ceritanya waktu itu habis dapat ilmu digital marketing di Instagram. Kupikir aku sudah cukup ilmu guys dalam hal pemasarannya, rupanya aku salah, permainan baru dimulai wkwkw. Hal itu masih pemanasan dalam bisnis. Aku sudah menyiapkan produk, (ceritanya ini ready stock ya), lalu melakukan launching produk. Semua ilmu instagram marketing aku praktikkan, kecuali ads-karena aku belum berani ngiklan. Takut rugi wkwk padahal mah aku udah rugi. 


Seluruh orang yang aku kenali kukabarkan kalau “Ini lho he aku jualan” wkwkwk. Menurut live ig seorang pebisnis, memulai bisnis itu dengan menawarkannya pada kerabat terdekat. Membangun trust terlebih dahulu untuk membuat testimoni nantinya. 


Meskipun aku sudah mempraktikkannya, beberapa teman dekatku membelinya, tapi aku rasanya masih kurang dan merasa gagal. Ekspektasiku bakal laku keras wkwkwk, tapi kok cuma temenku satu daerah membelinya. Aku juga menerapkan teknik closing ke teman-teman SMA-ku, tapi kebanyakan di-read saja. Cuma dua orang menanggapi pesanku wkwkwk. 


Langsung pas momen itu kayak aku baper, sedih, dan bingung. Kok nggak jalan nih ilmunya. Beda pas aku jualan bareng temen, kerja jadi sales. Tiap penawaranku langsung goal gitu wkwk. Kemudian aku analisa, apa yang terjadi, mengapa demikian bisa terjadi. Hasil analisisku adalah pertama, aku dulu jadi sales menjual produk kebutuhan dan menawarkannya ke target pasar yang tepat. Sedangkan produk camilanku ini bukan kebutuhan pokok, lagian siapa yang bisa memetakan target pasar spesifik orang yang suka ngemil wkwk. Kedua, aku menyadari ya inilah mentalku dilatih haha. Ketiga, aku menyadari bahwa aku kurang sekali ilmu dan keterampilannya. Keempat, usaha ini nggak masuk buat diriku wkwk, belum nemu polanya. Ya bisnis itu punya pola masing-masing yang sulit dijelaskan bagiku. Akhirnya, aku menutup kasus ini dengan menjalin silaturahim dengan teman lamaku yang jago marketing. Siapa tahu dia bisa membantuku wkwkwk.


Perjalanan usahaku kembali dimulai dengan belajar - praktik - belajar - praktik dan seterusnya. Selama proses tersebut, Allah memberikanku sesuai kebutuhanku. Mungkin bisnis individuku tersebut tidak berhasil, belum laku banyak, karena bisa jadi kalau Allah langsung memberiku pelanggan mak bruk bruk, aku belum siap memenuhi permintaan pasar, ilmu masih amat seupil, jadinya malah bikin masalah nantinya, dan aku jadi belajar proses itu penting.


2. Strategi Serangan Udara


Setelah bertemu temanku, melakukan pendekatan, dan akhirnya ia mau membantuku. Tujuan utamaku waktu itu mewujudkan keinginan ayahku untuk membuka usaha di Malang. Jadi target pasarnya adalah orang Malang. Waktu itu agak aneh sih dan kurang yakin dengan strategi dari temanku itu. Aku pikir, aku harus ke Malang untuk menjalankan bisnis ini. Justru ternyata tidak. Aku mengendalikan aktivitas bisnisnya dari kampung halamanku. Hah memangnya bisa? Dia menyebutnya, “Strategi Serangan Udara”-kalau aku tidak salah mengingatnya.


Jadi aku mencari supplier di Malang yang bersedia untuk memproduksi, mengantar, dan menggunakan nama brand-ku saat ada pembeli dari hasil marketingku. Entahlah aku waktu itu agak tidak yakin hehe. Tapi aku melakukan dan mencoba saja. Saat mencari supplier itu, wuih pagi sampai malam. Aku baru tiba di tempatku pukul 20.30 WIB, bahkan orang tuaku sudah tertidur (Ya waktu itu orang tuaku pengen ikut hehe alias kintilan padahal aku sedang tidak berlibur). Berkat misi mencari supplier ini, aku menjadi berani menghubungi dan bertemu banyak orang tak kukenal. Ya karena terpaksa dan terdesak sebab aku tidak lama di Malang. Terlebih saat itu sudah masa pandemi uwau.


Bukan sampai situ saja, aku sampai harus ke Gunung Kawi untuk menemui seorang supplier wkwkwk. Waktu itu aku takut, khawatir kok rumahnya di pucuk kaki Gunung Kawi sih. Apalagi daerah itu kan terkenal…. hehe. Awalnya aku akan sendirian menuju kesana. Tapi rupanya ibuku mau menemaniku. Oh bersyukurnya punya support system dalam misi menghasilkan cuan hahaha. 


Ternyata aku salah besar gengs! Bapak supplier memilih tinggal di kaki Gunung Kawi karena ada misi spiritual yakni berdakwah-salah satunya. Alhamdulilah bersyukur aku bertemu seorang yang berlatar belakang agamis, setidaknya aku bisa mempercayakan brand-ku hehe. 


Karena hal ini, aku belajar bagaimana mencari supplier ya. Kalau mengingat teori bisnis model kanvas ada yang namanya, “key partners”. Oh jadi begini ya rasanya mencari partner. Aku juga merasakan bahwa saat kita berbisnis, kita ini sedang bekerja sama dan saling membantu lho. Ketika aku bekerja sama dengan supplier, mereka terbantu untuk kemajuan usahanya, mereka bisa menghidupi kebutuhan hidupnya. Wah aku baru menyadarinya. Kebaikan saling terhubung rasanya. 


Meskipun usahaku ini tidak lanjut, walau banyak banget yang menghubungi sebab marketingnya bisa dibilang berhasil. Sayangnya, produk dan kesiapan supplier masih kurang. Berkali-kali menolak pesanan pembeli, karena supplier kami tidak siap.


Namun, aku belajar. Lagi-lagi Allah memberikan sesuai kebutuhan. Di sini marketing sudah lancar-meskipun yang mengoperasikan bukan aku. Tapi aku belajar banyak hal. Di sini aku belum siap produk. Namun aku memperoleh ilmu yang bermanfaat bagiku untuk ke depannya.


Bersambung.....


Baca: Allah Memberi Sesuai Kebutuhan Kita, Bukan Keinginan Bagian 2


Masih ada 3 bagian lainnya, stay tune hehe


Baca juga : Rugi = Biaya Sekolah


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

2020 telah berhasil kita tutup dengan terbitnya 2021.

 

366 hari yang katanya menjadi tahun yang berat bagi semesta namun ternyata telah mengajarkan banyak hal.

 

Hanya saja, mengapa dan kenapa masih sering menjadi pertanyaan untuk insan yang terkejut pada realita.

 

Sebenarnya 2020 yg rumit ini hanya mau kita mengerti satu hal. Menerima. Apa yg kita alami dan apa yg telah terjadi ga akan bisa kita cerna, ga akan bisa kita terima, kalo kita ga mencoba untuk memahami latar belakang Allah membuat rumusan masalah ini pada thn 2020.

 

Coba mendekat. Mendekat pada Dia yang punya proposal skenario kehidupan. Mendekat agar mampu mengetahui maksudnya, memahami keinginannya dan mengerti alasannya.

 

Allah bikin semesta seperti ini krn Allah pengennya gitu. Untuk tiap debu yang belum rela dengan takdir Allah.

 

Coba deh ngertiin Allah, agar kamu ngerti sebenarnya apa yang terjadi pada hidupmu ialah yang terbaik. Kamu ga akan bisa memahami kondisimu klo kamu ga deket sama Allah dan nggak ngertiin Allah.

 

Mari Menutup tahun 2020 dengan syukur dan menyambut 2021 dengan semakin memahami Sang Pemilik Waktu. 

 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


 

Menjadi muslim memang memiliki konsekuensi sebagai pelopor perubahan. Karena ibadah kepada Allah bukan perkara hubungan kita dengan Sang Ilahi saja, tetapi hubungan kita dengan manusia yang lain juga dihitung ibadah.

 

Tauladan sudah berbicara dan memberi contoh, yaitu Rasulullah SAW. Guru tauladan yang memberikan segudang kisah mengenai bagaimana menjadi pelopor perubahan.

 

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat menjadi seorang pelopor, yaitu akal, hati, dan perbuatan.

 

1. Akal

Dengan berakal akan membuat kita menyadari dan memahami apa yang salah dan bagaimana yang seharusnya. Oleh karena itu menuntut ilmu menjadi kewajiban seorang mukmin agar kita tidak bodoh hidup disepetak bumi ini.

 

Oleh karena itu, saya pribadi tidak hanya menuntut ilmu dunia saja, tetapi berusaha meluangkan waktunya untuk menuntut ilmu akhirat walaupun tidak melalui jalur formal. Sebab modal ilmu inilah yang membuat manusia memahami dan merefleksi tentang apa yang terjadi atau yang akan terjadi.

 

2. Hati

Hati adalah fungsi utama dalam menggerakkan fisik kita. Tanpa ada dorongan dari hati, kita akan malas atau asal-asalan dalam melakukan sesuatu. Niat ini yang akan menjadi tujuan akhir yang ingin

dicapai, sehingga akan menjadi parameter utama kesuksesan tindakan. Oleh karena itu,

penting untuk selalu mempertanyakan pada diri sendiri apa yang menjadi niat dari setiap

tindakan kita agar mampu menyadari betul niatnya. Dengan adanya niat kita akan termotivasi melakukan sestau, salah satunya menjadi pelopor perubahan. Tentu niat yang dipilih bukan sekedar untuk duniawi tetapi juga untuk kehidupan paska dunia. 

 

Penting juga untuk mencari motivasi atau inspirasi atau lingkungan yang mendukung, yang mampu merefleksi kembali tentang urgensi dalam kita melakukan sesuatu. Agar hati tetap bernaung pada yang semestinya.

 

3. Aksi Nyata

Ini mberbicara mengenai "how" atau bagaimana merealisasikan dari apa yang sudah kita usahakan mendapatkannya. Kita telah menuntut ilmu, tela menyempurnakan niat, lantas apa yang selanjutnya kita lakukan? Ya, yang kita lakukan selanjutnya ialah mengamalkannya.

 

Merealisasikan dari segala bekal yang kita dapatkan atau tempuh. Saat kita berniat menjadi pelopor perubahan, maka aksi nyata dari ilmu-ilmu dan bekal lain yang telah kita tempuh sangat penting. ya kita harus berani mewujudkannya. Dalam merealisasikannya, dibutuhkan sebuah keterampilan. Perubahan apapun yang ingin kita buat, pasti membutuhkan keterampilan tertentu untuk mengerjakannya. 

 

Semua bisa menjadi pelopor perubahan.

 

Semua bidang kehidupan memang membutuhkan pelopor perubahan. Sehingga kita sebagai manusia wajib memilih lingkungan atau bidang yang kita ahli disana untuk menjadi pelopor perubahan. 

 

Sebagai perempuan, kunci peradaban dunia, tentu memiliki pengaruh besar dalam menjadi pelopor perubahan. Oleh karena itu, walaupun jika saya nanti bekerja dari rumah atau banyak menghabiskan waktu atau melakukan aktivitas di rumah, tetap saja saya mampu berkontirbusi memberi perubahan yaitu dengan menjadi ibu bagi anak-anak kelak. Jangan pandang remeh peran seorang ibu yang hanya di rmah saja. Kontribusinya sangat besar bagi kehidupan walaupun kalau dilihat hanya merawat anak. tetapi apabila anak itu berhasil dididik oelh ibunya, maka akan memunculkan pahlawan-pahlawan yang mendukung tumbuhnya peradaban.

 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 

Sejarah islam telah mengajarkan bahwa muslim harus memiliki sifat kekokohan mental dan spiritual. Sifat pertama dibuktikan dengan kisah Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel. Sebelum menikmati kemenangan dengan menaklukkan Hagia Sophia, berkali-kali pasukan Al Fatih menelan kegagalan.

 

Mungkin hal ini terjadi karena Allah ingin menguatkan mental seorang muslim. Sebenarnya mudah bagi Allah untuk membuat pasukan Al Fatih menang. Namun Allah ingin menanamkan karakter penting dalam diri seorang muslim. Kekalahan berkali-kali mengajarkan muslim untuk membuat pilihan. Pilihan menyerah atau tetap melanjutkan perjuangan dengan menghadapi kesulitan. Seberapa kokoh mental seseorang terefleksikan berdasarkan pilihan tersebut.

 

Dalam sejarah Muhammad Al Fatih memilih untuk menghadapi kesulitan dan memperjuangkannya. Ia tak menyerah untuk mencari cara agar bisa menaklukkan Konstantinopel. Tentu karakter mental yang kuat dan kokoh telah ada dalam diri Al Fatih.

Dalam kehidupan saat ini, representasi kekokohan mental dapat kita jumpai dalam sehari-hari. Misalnya saja dalam hal berbisnis. Hampir seluruh pengusaha sukses pernah menela kepahitan untuk gagal. Bahkan mungkin berkali-kali gagal dan rugi dalam membangun sebuah bisnis. Karena dalam berbisnis kita harus memiliki mental yang kuat. Seiring terjadinya kegagalan-kegagalan tersebut, mental yang kuat akan terlatih.

 

Kokoh mental adalah karakter seseorang yang menunjukkan perilaku dan pilihannya dari kondisi yang menekan atau sulit menjadi suatu tempat bertumbuh lebih baik. Peristiwa yang sulit dan berat diubahnya menjadi lahan bertumbuh agar menjadi pribadi yang semakin baik. Konsepnya adalah semakin besar ujian yang diterima, semakin tinggi pula kesempatannya untuk bertumbuh lebih besar. Muslim yang memiliki kekokohan mental akan lebih berani dalam menghadapi hidup dan biasanya jarang dalam kondisi zona nyaman.

 

Kokohan mental bukanlah suatu karakter atau sifat bawaan sejak lahir. Sikap ini tumbuh seiring muslim mempelajarinya. Agar memiliki mental yang kokoh, mungkin kita bisa melatih diri untuk menantang diri agar keluar dari zona nyaman. Mengambil kesempatan untuk bertumbuh dan saat menemui ujian kita tetap bisa menguasai diri untuk membuat suatu ladang belajar terus bertumbuh. Menghadapi ujian memang tak mudah, tetapi kita harus berkomitmen untuk menghadapi dan menyelesaikannya.

 

Dalam membangun kekokohan mental, tentu tidak lepas dari kekokohan spiritual. Karena mental yang kuat akan dipengaruhi oleh tempat bergantung dan sandaran yang tepat. Kuat lemahnya seseorang tergantung pada sandarannya karena sandaran yang rapuh tidak akan mampu bertahan dalam menghadapi ujian. Keistimewaan Al-Fatih dan pasukannya yang lain, yang menjadi pondasi dari kualitas diri mereka adalah kekokohan spiritualnya.

 

Al Fatih dibesarkan dengan lingkaran yang memiliki spiritualitas kuat. Ia dikelilingi dan diajari oleh ulama-ulama terkemuka masa itu. Kondisi demikian sangat berpengaruh pada mentalitas Al Fatih. Sebab Al Fatih telah memahami bahwa sandarannya hanyalah Allah, sehingga apapun hasilnya nanti, ia hanya bisa berusaha. Konsep ini membuat diri seorang muslim menjadi berani karena mereka paham bahwa segala sesuatunya dikembalikan pada Sang Maha Kuasa.

 

Kekokohan spiritualitas ditunjukkan dengan aqidah yang lurus sebagai pondasi, dilengkapi dengan ibadah yang benar sebagai pengisi jiwa, dikuatkan dengan hawa nafsu yang terjaga, hingga akhirnya tercerminkan melalui akhlak yang kokoh.

 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me
Hallo, I'm Devanda! Seorang pelajar absurd yang nyasar di platform digital bernama blog dan suka ngoceh random dalam bentuk tulisan. Yuk kepoin blog aku dan berteman, berdiskusi bersama lewat dm ig: @pandamonokurobo atau drop ur email on devancpn30@gmail.com [Klik gambar selengkapnya]

Klik Follow dong biar seneng

Blogger Perempuan

Follow Sosmedku dongs

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Postingan Populer

  • Me Time
    Salah satu hikmah yang saya ambil saat saya sedang sakit di bulan November 2019 adalah tentang me time. Selama saya sakit kan goler-go...
  • OSPEK Part II: Maba Rebel
    Hari kedua ospek di bulan Agustus di usung oleh fakultas. Yaaaa ospeknya begitulah. Aku jarang main-main sama temen sejurusan waktu sebe...
  • Surabaya
    oya saya lupa nggak sempat foto-foto karena ngejar waktu takut kemalaman. Cuma ambil sedikit sekali foto. Sebenarnya pergi ke Suraba...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  January 2022 (1)
      • Hal yang Aku Sesali Selama Menjadi Mahasiswa
  • ►  2021 (41)
    • ►  November 2021 (5)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  May 2021 (25)
    • ►  April 2021 (5)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (1)
  • ►  2020 (75)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (19)
    • ►  April 2020 (15)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (27)
  • ►  2019 (19)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (2)
    • ►  May 2019 (1)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (11)
  • ►  2018 (35)
    • ►  December 2018 (15)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (4)
    • ►  July 2018 (8)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
  • ►  2017 (3)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  November 2017 (1)

Categories

  • #30daysBPN
  • cerita receh
  • Curhat
  • Event
  • life
  • Makanan
  • Opini
  • parenting
  • review
  • Sejarah
  • semester 1

Kenalan dulu dong

Devanda C.P.N
View my complete profile

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates