Powered by Blogger.

Coffee Break Panda

BY DEVANDA C.P.N



Oktober aku vakum nulis, tapi banyak hal terjadi di bulan Oktober yang belum sempat ku dokumentasikan dalam bentuk tulisan. Kalau mau lihat dokumentasi bentuk video bisa cek my tik tok di sini.


Penampakan Trello Penulis Muslim



Nah, bersamaan banyak hal terjadi di bulan Oktober, aku juga ketar-ketir nih side-hustle-ku yang satu mau rugi. Soalnya nggak ada pemasukan sama sekali tapi pengeluarannya besar banget haha. Akibat keputusanku yang sembrono dengan dalih trial and error. Kalau dipikir juga, nyaliku senekad itu ya haha.


BISA PESAN KE AKU KALAU MAU HARGA PROMO YA HEHE



Penulis Muslim memang aku desain untuk banyak event selama tiga bulan. Harapannya semakin banyak event, semakin banyak pemasukan haha, astagfirullah, niatnya diluruskan hei wkwkwk.#canda. Nah ternyata setelah dievaluasi sebulan setengah (waktu bounding anak-anak), rupanya para peserta itu bingung saking banyak event Penulis Muslim wkwk. Karena aku gak bersinggungan langsung dengan peserta ya, aku nggak menyangka ternyata peserta bingung. Kayak, “Ini event yang mana ya kak?”, “yang kemarin itu gimana kelanjutan event-nya?” dan lain-lain. Padahal kita semaksimal mungkin sudah mencantumkan segala keterangan dan informasi dengan detail. Tapi mereka bingung wkwk.


Sejak pertengahan Oktober aku udah mulai melakukan closing lewat WA BLAST untuk menawarkan event Kelas Berkarya Penulis Muslim. Sebab event tersebut satu-satunya harapan kami untuk menanggulangi biaya operasional yang begitu besar haha. Selain itu, berkaca dari Batch 1, labanya cukup besar setara gaji PNS atau UMK Jakarta lah ya bisa dibilang wkwkwk. Sombong bet.


Jadinya sejak rilis publikasi, aku langsung melakukan optimasi marketing semaksimal mungkin dengan modal yang seadanya. Hampir setiap hari aku melakukan closing ke min. 100 kontak WA per hari. Namuh hasilnya nihil. Nggak ada yang daftar wkwk. Hingga tanggal 24 September itu yang daftar baru 2-3 gitu kalau aku nggak salah ingat. Alhamdulillah sih. 


Nah aku sudah ketar-ketir, meskipun kata temanku, “Alah masih 2 minggu lagi,”. Ya mungkin dia menenangkanku. Kemudian aku gunakan banyak strategi, mulai buat poster beragam dengan copywriting berbeda-beda. Dipromosikan di berbagai media (paid promote), strategi bundling harga, banting harga, DM target pasar, aktif cari audience dari kolom komentar kompetitor untuk ditawarin. Karena memang nggak pakai landing page kayak Batch 1, jadi ya harus bikin variasi kata-kata promosi. Broadcast di grup-grup kepenulisan. 


Sampai pada titik tanggal 31 Oktober 2021, yang daftar masih 3 orang guysss. Aku semakin ketar-ketir wkwkw. Aku sudah bikin planning untuk membatalkan acara kecuali kajian (hitung-hitung sedekah dari penulis muslim wkwk). Aku juga udah ancang-ancang ambil dana darurat lalu hitung berapa uang yang harus aku usahakan lagi untuk menambal kerugian wkwkwk. 


Setiap aku ketemu temenku dan dia tahu tentang Penulis Muslim, aku bilang kalau mau rugi wkwkwkwk. Mereka mengapresiasi branding dan peningkatan followers dari Penulis Muslim pas ketemu ngobrol sama aku, tapi aku membalasnya dengan jawaban sedih wkwk. “Penulis Muslim mau rugi”.


Pas tanggal 29 Oktober aku cerita ke temenku, namun dia responnya berbeda. Hmm ya maklum dia sudah punya mindset pebisnis wkwkwk. Dia bilang, yaudah terima risiko, namanya awal mengawali, nggak semuanya mulus, untung. Kalau rugi, toh kamu punya dana darurat usaha dan bisa diminimalisir. Habis itu dia menghitungkan keuangan Penulis Muslim. Tuh bisa diminimalisir. Belum sampai rugi itu (meskipun sudah ambil dana darurat usaha haha). Akhirnya karena diomelin dan dibecandain wkwkwk aku bisa menerima keadaan. Soalnya wuih seminggu terakhir bulan Oktober itu pikiranku puyeng mikir mau rugi ini wkwk. 



Aku tetap bangkit dan memikirkan strategi biar tetap dapat peserta, setidaknya pemasukannya bisa nutup modal KBPM. Pas BAB (astagfirullah haha) juga aku sempat mikir gimana kalau aku ngajuin ke yayasan ya buat minta dana pendidikan. Soalnya ada salah satu temenku bilang, kamu nggak bisa Dev menjalankan non-profit tanpa sumber pendapatan lain. Sampai aku di titik itu mikir buat minta. Padahal aku tipe orang yang idealis, nggak mau minta-minta. Dibandingkan minta-minta, aku milih kerja lembur aja bagai kuda wkwkwkwk. Soalnya aku masih bisa untuk mengusahakannya. Tapi kemudian aku gak merealisasikan ide itu. Sebenarnya ide penawaran juga udaah ada sih, toh Penulis Muslim mudah banget dapetin peserta untuk event gratis.


Selama perjalanannya, aku juga merasa Penulis Muslim kehilangan identitasnya. Ya karena aku berusaha memaksa Penulis Muslim untuk memiliki sumber pendapatan dan modal sendiri dulu, baru merealisasikan visi sebenarnya. Namun ya realitanya berat bos. Aku bakal re-thinking again bagaimana setelah bulan November.


Buku ini bagus sih menurutku, soalnya isinya reminder yang bisa nampar-nampar diriku



Nah terus akhirnya aku mengambil keputusan banting harga kepada audience tertentu, tanpa meninggalkan strategi sebelumnya. Closing per hari ke 100 kontak tetap berjalan wuih wkwkwk. Alhamdulillah sekarang hari pendaftaran terakhir. Kami tetap menjalankan kelas menulis ini dengan peserta sementara 17 orang. Semoga masih bertambah hingga sore ini aamiin. Alhamdulilah biaya modal KBPM mampu tercover dengan laba yang menipis, gapapa. Yang penting event besar ini tetap berjalan dan freelance nggak jadi di-PHK wkwkwk. Biarlah modal Penulis Muslim yang rugi wkwkw. Setidaknya KBPM bisa berjalan. 


Strategi lebih detailnya, kalau kepo, yuk ngeteh yuk atau ngeboba yuk sama aku di Minuman Panda Time (usaha minumanku hiks)






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Semedi? Apa maksudnya? Aku ini kalau buat istilah suka aneh-aneh ya wkwkwk. Gak kaget, orang diriku aja aneh bagi sebagian orang haha.



Jadi sejak bulan-bulan aku sok sibuk, aku berpikir bahwa mahasiswa adalah status zona nyaman untuk terhindar dari realita dunia wkwkwk. Kemudian, aku merasa lelah harus terus bekerja, apalagi sempat membandingkan teman-temanku sekelas yang cuma ikut kuliah doang, kayak hidupnya damai wkwkw. Padahal ya cuma sekadar tau sekilas saja. Rumput tetangga pasti lebih hijau muda daripada rumput kita yang hijau tua. Tapi aku sebenarnya suka rumput hijau tua.


Nah akhirnya, aku memutuskan untuk mengambil jeda dari hiruk pikuk pekerjaan atau urusan profesional yang terikat. Aku benar-benar bebas dan merdeka kah sekarang? Gak juga wkwk.


Baca: Target di Tahun 2021


Tapi perjalanan aku bersemedi di bulan September sampai Desember 2021 tidak mulus begitu saja. Namanya juga manusia, aku tergoda untuk ikut kegiatan wkwkwkwk. Bulan Juli, setelah mbak Alia (pendamping di Career Class) membuat sesi deeptalk. Aku sempat eyel-eyelan sama temanku dari pembahasan deeptalk tersebut. Isinya seputar pekerjaan profesional/karir. Aku bilang bahwa diriku pokok maunya berkarir dari rumah saja, entah freelancer atau sebagainya. Nggak mau karir, jadi aku merasa tidak akan menghadapi tantangan jenjang karir yang menurutku mengkhawatirkan bagiku haha. Tapi ternyata temanku melihat sikapku adalah sebuah kedok untuk aku menghindari dan tidak menghadapinya sebab berhubungan dengan interaksi orang lain haha. Tau aja, dan dia benar, setelah aku renungkan. 


Akhirnya bulan Juli itu juga, aku kembali kepikiran konsep meluaskan kapasitas diri yang pernah kubuktikan di bulan Februari 2021. Aku percaya diri sekali bahwa nantinya di bulan September aku bakal bisa merealisaskan ide bisnisku sambil bekerja full time + magang kampus merdeka + kuliah + skripsi. Percaya diri sekali Anda wkwkwk.


Baca: FEBRUARI-KU KAYAK LARI MARATON: KERJA, KULIAH, MAGANG, DAN (NYAMBI) USAHA


Bulan Juli di detik-detik terakhir eak, aku apply magang kampus merdeka di dua perusahaan. Saat itu pula, aku ditawari suatu perusahaan untuk mendaftar loker yang sedang dibukanya. Aku melakukan apply magang dan loker pula. Ketika aku menjalankan proses seleksi, seperti interview, assesment, dan sebagainya, rasanya hati ini kok bingung wkwkwk. Takut kalau keterima atau juga pengen keterima soalnya gajinya full time kan gak di atas part time/freelance (yang sedang kujalanin) wkwk, serta khawatir nggak bisa usaha deh pas mahasiswa (ya waktu tersisaku menjadi mahasiswa ya September-Desember 2021, menginjak semester 7 euy).


Soalnya aku mikir, kalau aku mulai serius berdagang pas mahasiswa, gagal pun tak apa deh, aku masih punya back up dari keluarga, meskipun selama ini aku berusaha mandiri finansial. Aku ingat, kata siapa ya lupa, katanya kalau bingung pas belum keterima itu nggak perlu, soalnya belum tentu diterima wkwkw. Jadi ya terus aku merasa jalanin wae.


Apa yang kita rencanakan, memang terbaik melibatkan Sang Arsitek Kehidupan. Aku dan orang tuaku kala itu melakukan istikharah, apakah pekerjaan full time ini baik untukku dan keluargaku tidak. Bila tidak dijauhkan, dan bila baik didekatkan. Meskipun orang tauku berharap aku diterima kerja full time wkwkwkwk dan aku juga (pengen) berharap biar dapat gaji lalu bebas melakukan hal yang aku suka hahahahhaha.


TARA!!!


Hasilnya sangat sangat di luar logika wkwkwk.



Apa hayo hasilnya?



Aku tidak diterima dimana pun, baik magang kampus merdeka atau pekerjaan full time hahaha. Rasanya kalau pake logika nggak masuk. Soalnya, loker tersebut diajukan dari perusahaan yang sudah mengenalku dengan baik, serta proses seleksi itu hanya formalitas. Aku jadi anak magang di perusahaan tersebut selama 8 bulan. Lamanya masa magang karena mereka yang minta perpanjang. Sombong bet dah aku disini, sok sokan perusahaannya yang butuh anak magang kayak aku WKWKWKKWKW. Sebenarnya aku sudah dilamar sejak masa magang bulan ke-empat. Tapi mereka tahu aku masih mengemban 15 SKS dan mereka tahu aku anaknya ambis di akademik juga. Padahal mah biasa aja MENURUTKU.


Tapi at the end, gak masoook. WKWKWK


Sekarang Anda bisa melihat saya, seorang Devanda jadi pengangguran di bulan September tanpa penghasilan dan sedang merasa susah karena tidak punya penghasilan. Tapi Alhamdulilah, masih ada dana darurat, modal usaha, dan hasil side hustle September yang cukup untuk disyukuri wkwk. Bulan ini aku membuat aktivitas menghasilkan uang dengan modal besar. Aku sendiri sempat tak percaya diri bisa melunasinya haha. Tapi ya bismillah wae. Aku ingin menjadi diriku kembali seperti tahun lalu yang berani melakukan sesuatu tanpa overthinking, meskipun gagal wkwkwk. Bedanya, kali ini aku mempertimbangkan secara logika dan realita. Jadinya keputusannya ada bayangan hasil dan risikonya.


Baca: RECAP 2020


Padahal modal usaha baru kukumpulkan dari bulan Mei hingga Agustus ya kalau dipikir seberasa besar sih? Tapi bismisllah dicukupkan. Entah berhasil atau gagal, ketika aku kehilangan uang ini, aku tidak akan menyesal. Karena uang itu sudah melakukan reinkarnasi menjadi karakter dan pengalaman dalam diriku. Hidup memang tidak selalu gratis guys. Namun, Pencipta kita terlalu menggratiskan banyak hal dalam kehidupan kita. Maka manfaatkan dan maksimalkan obralan gratis tersebut.


Yupe, postingan ini nggak ada kabar kesuksesanku. Ini hanyalah sebuah informasi dan update kabar terbaru haha. Thanksss semoga bermanfaat netizen devancpn.com


Terakhir!!!

Walaupun diriku tidak terikat pada pihak mana pun, tapi kok aku jadwalnya padat terus ya hahahaha. Kayak adaaaaa ajaaaaa yang disibukkan. Heran sendiri. Emang aku ini terjebak dalam kata sibuk, yang sebenarnya gak sibuk. Paham gak sih? Semoga paham yawwww rrrr

Penampakan Google Calender -ku yang sepi melompong, hanya dipenuhi perkuliahan aja. Apaan dah jadi kupu-kupu doang WKWKWK


Baca juga: ALLAH MEMBERI SESUAI KEBUTUHAN KITA, BUKAN KEINGINAN #BAGIAN 1

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Saya kan udah pernah cerita ya kalau di rumah itu saya betah soalnya bisa melakukan hal-hal yang saya inginkan tanpa ada distraksi ABCDEFGHZZ di luar. Salah satu hal yang bisa saya lakukan adalah UPGRADE SKILL!! Selama di rumah ini ya saya sudah habis banyak loh buat investasi leher ke atas, tapi banyaknya saya belum seberapa sama orang di luar sana soalnya saya masih kadang pelit sama diri saya. Mesti mikir nanti gimana nanti gimana, walaupun berusaha menata mindset pokok nggak papa belajar dulu, update skill, kuasai, nanti habis corona cari uang lagi.

Baca: #dirumahaja versi Panda

Lalu skill apa saja yang asah saat di rumah?

Baca: Traveling Yourself

Ini dia jawabannya yang kalian suka kepoin hidup saya wkwk. Ada yang sedang dilakukan dan ada yang otewe ya buat ngumpulin bahan.

MENULIS
Tentu saja rencana awal tahun untuk sering update blog harus terus berprogress. Qadarullah ada corona, jadi lebih mudah merealisasikannya sih, apalagi kali ini bisa ikutan tantangan menulis blog selama Ramadan yang diadakan Blogger Perempuan Network.

Baca: After Challenge 30 Nulis Blog

Ya saya melatih skill menulis, khususnya menulis non-fiksi seperti artikel umum dan cerita-cerita pribadi. Sebab selain menyebarkan manfaat lewat tulisan, saya juga harus realistis aja, kalau manusia butuh duit wkwk. Jadi saya harus memiliki skill menulis yang bidangnya dibutuhkan oleh pasar, model tulisan yang dicari banyak orang terutama untuk kepentingan bisnis. Selain itu saya menantang diri saya untuk membuka jasa freelance menulis, alhamdulilah saya membutikan kedua kalinya, kalau bisa menghasilkan uang dari rumah. Tapi kalian nggak bisa lihat saya di akhir, sebab ada cerita di balik saya mendapat klien ini haha. Kapan-kapan saya cerita yak tentang freelance menulis. Ingetin tolong haha.

Selain menulis non-fiksi, saya juga pengen mengasah kembali skill menulis fiksi saya, apalagi saya kuliah di sastra wkwk mestinya bisa nulis fiksi tapi jujur sulit banget buat saya. Berbeda waktu zaman pelajar dulu, wuih ide dan inspirasi jaya terus. Mungkin saya kurang dekat sama Allah jadinya imajinasinya kurang luas. Ya tapi sejauh ini saya belum mengasah skill ini wkwk. Dasar emang bocah.

Digital Marketing
Dunia marketing online telah menarik hati saya dengan berbagai gejala-gejala yang terjadi di hidup saya haha. Saya tuh emang tipe orang yang menjalani sesuatu berdasarkan keinginan saya wkwk makanya saya nggak suka kerja di kantoran soalnya ada yang maksa atau nyuruh-nyuruh saya wkwk. Dimulai pernah jadi freelance marketer tapi marketingnya offline, terus dunia per-blog-an yang mengharuskan saya analisis trafik, lalu topik pemasaran dan bisnis di Skill Academy yang menarik perhatian saya. Lalu masuk lebih dalam ke digital marketing yang dibagi beberapa cabang, salah satunya, Instagram atau social media. Nah saya juga pengen mengasah skill social media spesialis. Berawal dari saya menjadi content writer di salah satu akun Instagram dakwah. Selain itu ada juga beberapa akun yang akan saya garap di Instagram, nah saya tertarik dengan strategi-strategi pemasaran di platform ini, apalagi pas belajar copy writing di Instagram tuh kayak excited gitu wkwk. Semoga saya segera mendapat platform belajar yang tepat wkwk.

Dunia per-desain-an
Yap tentu ini sudah menjadi list saya sejak awal tahun, karena saya punya rencana proyek pribadi yang mebgharuskan saya bisa ngedesain selayaknya desainer aelah gaya bet wkwk. Sekarang bisa sih, tapi masih jauh dari kata sempurna. Selain itu saya pengen mendalami desain animasi, tapi saya nggak jago ngegambar gimana dong. Yaudah lah gapap masuk list dulu yak wkwk.

Belajar Finansial
Maraknya topik milenial harus melek finansial, apalagi saya sering diajak temen saya buat ngobrol finansial, tapi saya tuh masih buta banget. Investasi? Buta poll wkw walaupun udah dijelasin bapak saya dikit-dikit. Susah nangkep gitu loh wkwk. Belum belajar terkait fiqih-nya halal haram. Masih banyak pr sih buat belajar finansial. Karena inflasi semakin terus menggemuk di tahun ke tahun hehe. Apa hubungannya? wkwk

Personal Branding
Skill ini lah yang membuat saya mendapatkan klien freelance menulis tanpa saya megajukan diri untuk mendaftar tapi ditawarin. Nah saya juga lagi belajar tentang ini, tapi berat bet karena saya bukan siapa-siapa apalagi influencer haha. Personal branding nggak melulu jadi influencer loh, ya pokok sesuai tujuan kalian aja sih. Jadi selama di rumah saja, saya sedang membangun personal branding pada pasar yang saya tuju.

Well, itu dulu list skill professional yang sedang dan akan saya lakukan. Semoga tidak wacana WKWK.

Yuk upgrade skill di tengah pandem dan banyaknya waktu di rumah aja.


#BPNRamadan2020
#Day11
#challangenulisblog30haribyBloggerPerempuanNetwork


Recommended for you:
Baca: Konsekuensi Sebuah Mimpi
Baca: Tentang Memilih dan Pilihan Bagian 1
Baca: Bertumbuh
Baca: Me Time
Baca: Investasi Leher Ke Atas
Baca: Rugi = Biaya Sekolah
Baca: Pengalaman Anti-mainstreams

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ini adalah hal-hal yang saya pengeni tapi masih belum kesampaian, jadi ditulis di blog dalam rangka kalian mengaminkan keinginan saya ya wkwkwk atau mensupport juga boleh biar cepat terlaksana haha.

Content Creator

Ya saya itu pengen punya pekerjaan freelance atau projek pribadi yang berkaitan dengan digital marketing dan social media expert biar bisa mengelola media sosial dengan baik, ditambah bisa desain grafis dan videomaker, serta desain animasi gitu biar bisa jadi content creator gitu. Banyak ide buat menekuni bidang tertentu, tapi eksekusinya selalu kalah sama event yang dikasih ama orang atas wkwkkw.

Punya studio sendiri

Saya membayangkan duduk di depan computer sambil membuat konten untuk projek saya di bawah AC yang menyala dan dekat dengan jendela yang ditembus oleh cahaya langit-langit. Ughh nikmat sekali. Sebab saya pengen kerja di rumah jadi pengen punya studio pribadi gitu buat saya melakukan me time atau hal-hal yang saya sukai.

Punya perpustakaan pribadi

Impian kebanyakan para manusia yang hobi baca. Pengen banget punya ruangan khusus buat baca yang super nyaman dengan koleksi buku-buku yang beraneka ragam genrenya huhu. Sekarang masih dalam rangka mengumpulkan dan membaca buku-buku yang dibeli dari diskonan atau emang lagi butuh wkwkwk

Menerbitkan buku dengan pembaca 1 miliar

Wah mimpi yang besar ya ini. Sebenarnya saya sudah pernah nerbitin buku di penerbit indie. Tapi kan kita harus bertumbuh yekan, jadi pengen nerbitin buku yang pembaca dan pembelinya mencapia angka 1 miliar. Bismillah yaa.. entah diterbitkan lewat jalur penerbit apapun baik indie atau mayor saya manut lah, yang penting goalsnya satu miliar readers wkwk. Bismillah yaaa tapi jangka panjang sih ini keinginan wkwk karena saya masih harus memprioritaskan kuleah okeyyy.

Doain dong gais wkwkwk. Aamiin-kan juga yaaa… thank youu



#30haringeblog
#30haribercerita
#challenge30haringeblog

#30harinulisblog 
#harikeduapuluhsembilan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Pernah nggak sih kalian menghabiskan banyak waktu lama memandang layar kosong pada komputer atau laptop yang sangat lama akibat bingung atau tidak ada ide untuk menulis? Atau menatap halaman baru Microsoft Word tanpa mengetikkan satu huruf pun sebab nggak tau mau nulis apa? Mungkin pernah juga membuat coret-coret di kertas tetapi ide menulis di kertas tidak muncul-muncul.

Jika pernah, selamat kalian pernah mengalami writer’s block. Apa itu Writer’s Block? Writer’s block adalah suatu kondisi di mana kalian tidak memiliki ide untuk menulis apapun. Sekarang saya sedang mengalami hal tersebut. Bingung mau nulis apa di blog. Sebenarnya saya sudah membuat blog planning atau perencanaan postingan blog, Cuma asupan saya belum cukup untuk menulis label life, sebab blog planning yang tersisa tentang kategori life.

Di tengah saya kebingungan ingin menuli apa di blog sedangkan saya masih punya dua hutang postingan #challenge30haringeblog, akhirnya kebingungan saya ini bisa dijadikan sebagai bahan tulisan ternyata hehe.

Writer’s block terjadi dengan sebab yang bermacam-macam dan berbeda-beda setiap orang. Ada yang disebabkan tuntutan diri yang perfeksionis dalam menulis, ada yang karena deadline, bahkan ada pula yang sebab menderita depresi. Tentunya setiap penulis atau orang yang bukan penulis sekalipun pernah mengalami gangguan ini. Hal ini merupakan gangguan atau penyakit wajar yang dialami dalam dunia tulis-menulis.

Oleh karena itu bisa menggunakan beberapa cara untuk mengatasi Writer’s block dan memulihkan ide menulis kembali, yaitu:
  1. Rehat sejenak untuk mengistirahatkan pikiran.
  2. Mengamati lingkungan sekitar untuk mendpaatkan inspirasi. Bisa juga melakukan blogwalking atau surfing di browser atau media social untuk mendapatkan ide.
  3. Membaca apa saja yang membuat kamu tertarik atau merasa senang.
  4. Berpindah tempat atau mencari tempat nyaman untuk menulis.


Mungkin kamu punya cara lain? Share di kolom komentar yaaa.



#30haringeblog
#30haribercerita
#challenge30haringeblog
#30harinulisblog 
#harikeduapuluhtiga



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Menginjak usia dewasa sekitar di atas 18 tahun acap kali terjadi penyesalan atau baru sadar telah melewati sesuatu yang begitu berharga dalam hidup. Kalau saya sih iya. Menginjak usia kepala dua semakin ke sini semakin bersyukur dan menyesal tetapi jadi mikir. Mengapa?

Baru sadar kalau sebenarnya kita ini punya orang-orang yang benar-benar menyayangi kita. Menyesal rasanya dulu tidak maksimal dalam melewatkan hari-hari saat tinggal bersama orang tua atau saudara. Sekarang saat terpisah oleh ruang, rasa rindu sering kali menjadi penyakit. Terus tiba-tiba bernostalgia masa lalu bersama keluarga. Tiba-tiba keinget bercandaan sama saudara, bertengkar sama adek/kakak, atau bikin ulah yang kadang buat orang tua marah atau malah mereka ketawa sendiri dengan kelakuan anaknya.

Ahhh rasanya kenapa terlambat sekali sih menyadarinya. Baru sekarang ngerasa betapa berharganya family time. Betapa beruntungnya kita yang dimasakin terus sama ibu. Dan bersyukurnya kita yang sering diajakin bercanda sama bapak. Kenapa baru sekarang sadarnya???

Semakin tua usia, pertemanan semakin mengerucut, dan ternyata komunikasi dengan orang tua juga semakin rendah intensitasnya. Kita nggak bisa ngobrol intesif 24 jam. Harus lewat media dan kadang sulit juga untuk mencari waktu yang tepat buat sekedar telpon atau video call. Ahhh kenapa dulu aku mensia-siakan momen bersama orang tua 24 jam yang bisa lihat wajahnya yang terus keriput. Parah juga kalau kita menolak telpon mereka karena kita sibuk dengan pekerjaan kita di tanah rantau.

Terlambat sih menyadarinya. Sekarang baru kerasa kan. Dulu pas masih jadi pelajar, tinggal bareng orang tua, kita diajakin malam mingguan, eh nolak dan milih malam mingguan bersama teman. Sekarang malam mingguan pengen sama ibu bapak aja karena pertemanan semakin menipis kualitasnya. Apalah daya waktu sudah nggak bisa diulang. Cuma bisa menyesali, memperbaiki, dan mensyukuri keadaan sekarang.

Telat lagi sih, baru sadar kalau jadi orang tua itu nggak gampang ternyata. Baru tau kalau cari duit itu susah. Pengeluaran bulanan rumah tangga aja bisa mudah membludak kalau nggak pinter ngatur duit, apalagi kalau nggak pinter cari duit. Ahhh betapa pekerja kerasnya dan besarnya perjuangan orang tuaku untuk menghidupi seisi rumah termasuk diriku ini. Lagi-lagi diri ini gagal dalam menyadari sesuatu yang sangat beruntung dalam hidup ini.

Namun, saat usia dewasa kita menyadari semua hal itu. Alangkah baiknya apabila kita tersadar lalu bangkit untuk mengejar atau membangun sesuatu yang bisa membahagiakan keluarga kita terutama bapak ibu? Atau tersadar bahwa diri ini harus lebih bertumbuh dan berkembang dengan standar di atas kualitas orang tua kita biar jadi lebih baik. Atau lebih terpacu dalam berjuang mendapatkan masa depan yang terbaik dengan ukuran perjuangan orang tua menjadi parameter minimal kita dalam memperjuangkannya.

Setidaknya untuk membalas semuanya yang telah diperjuangkan orang tua walaupun ya kita tak akan mampu dan tak akan ada kata selesai dalam membalas semua jasa yang telah mereka torehkan. Tetapi setidaknya kita telah sadar bahwa kita telah menginjak usia dewasa dan tanggung jawab pun semakin besar pula, serta rasa sayang ke orang tua dan keluarga pun semakin besar pula meskipun sering terpisah oleh jarak.

Semangat untuk para manusia yang baru saja menginjak di usia dewasa. Perjuangan kalian dimulai atau mungkin sudah mulai duluan yaaa.... 

Terlambat menyadari, menyesal, lalu melangkah!!!



#30haringeblog
#30haribercerita
#challenge30haringeblog
#30harinulisblog 
#harikeduapuluhsatu


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

About Me
Hallo, I'm Devanda! Seorang pelajar absurd yang nyasar di platform digital bernama blog dan suka ngoceh random dalam bentuk tulisan. Yuk kepoin blog aku dan berteman, berdiskusi bersama lewat dm ig: @pandamonokurobo atau drop ur email on devancpn30@gmail.com [Klik gambar selengkapnya]

Klik Follow dong biar seneng

Blogger Perempuan

Follow Sosmedku dongs

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Postingan Populer

  • Me Time
    Salah satu hikmah yang saya ambil saat saya sedang sakit di bulan November 2019 adalah tentang me time. Selama saya sakit kan goler-go...
  • OSPEK Part II: Maba Rebel
    Hari kedua ospek di bulan Agustus di usung oleh fakultas. Yaaaa ospeknya begitulah. Aku jarang main-main sama temen sejurusan waktu sebe...
  • Surabaya
    oya saya lupa nggak sempat foto-foto karena ngejar waktu takut kemalaman. Cuma ambil sedikit sekali foto. Sebenarnya pergi ke Suraba...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  January 2022 (1)
      • Hal yang Aku Sesali Selama Menjadi Mahasiswa
  • ►  2021 (41)
    • ►  November 2021 (5)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  May 2021 (25)
    • ►  April 2021 (5)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (1)
  • ►  2020 (75)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (19)
    • ►  April 2020 (15)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (27)
  • ►  2019 (19)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (2)
    • ►  May 2019 (1)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (11)
  • ►  2018 (35)
    • ►  December 2018 (15)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (4)
    • ►  July 2018 (8)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
  • ►  2017 (3)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  November 2017 (1)

Categories

  • #30daysBPN
  • cerita receh
  • Curhat
  • Event
  • life
  • Makanan
  • Opini
  • parenting
  • review
  • Sejarah
  • semester 1

Kenalan dulu dong

Devanda C.P.N
View my complete profile

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates