Powered by Blogger.

Coffee Break Panda

BY DEVANDA C.P.N




Hello there, I'm Devanda!

Devanda Candra Putri Nugraha nama aslinya. Seorang pelajar absurd yang nyasar di platform digital bernama blog dan suka ngoceh random dalam bentuk tulisan. Karena empat tahun yang lalu kurang Pe-De dengan puisi yang dipost di blog akhirnya blog pertamanya berakhir. Dan sekarang ia mendirikan blog dengan lisensi Coffe Break Panda.#azikk

Deva nggak akan janji untuk setia mengisi blog tiap bulan (akan diusahakan) tapi bakal setia sama kamu #ea kamu siapa dah. Pemilik blog Coffee Break Panda adalah orang yang kurang bisa basa basi, alhasil kalo ngomong seenak otak, etapi dia bisa menempatkan pembicaraan dengan bijak kok jadi gausah khawatir.



Orang tipe capricorn ini hobi banget sama hal-hal yang berbau dinamika dunia atau pengetahuan bergenre sejarah, bahasa, dan agama, tapi mulai bosan dengan berita politik yang tidak bisa dibedakan mana hitam dan putih. Sebenarnya tidak hanya itu saja sih yang menarik baginya, banyak hal di luar sana yang menarik buat dipelajari tapi tidak terlalu detail yha sekedar taulah. Jadi ini bocah sangat terbuka atas diskusi bersama terkait hal apapun termasuk curhat bolela. I'm vey friendly, kalau ada  kesempatan yang bisa saya lakukan untuk membantu anda, I'll try help you. Silahkan hubungi lewat dm ig: @devancpn atau drop some mail on devancpn30@gmail.com, I always happy to make some friends. :")

Pengen buat project yang melibatkan blog, fotografi, dan sinematografi tapi belum kesampean karena saya nggak jago mengoperasikan kamera dan editing pun bisanya yang biasa aja standartnya. Kalau kalian domisili Malang dan bisa bidang sinematografi saya tertarik berkenalan dengan anda. Jangan lupa dm ya buat kepoin project saya juga. Cuma project ini buat hobi semata.

Mohon maaf kalau anak ini ngomongnya tidak sengaja menyinggung kalian atau kurang berkenan. Dunia ini hanyalah fiktif belaka tapi aktivitasnya dapat menuai hasil setelah kematian.

See you.. And Happy Reading!!






Cheers
DEVANDA C.P.N


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
BELAJAR memahami satu sama lain, mengingatkan (menasehati) tanpa menyalahkan, memuliakan tanpa pamrih. That's my opinion  of friendship.

Bukan sekedar "selalu ada di kala bahagia dan sedih". Ini pun sudah termasuk di dalamnya, dengan beberapa tanda petik.

Menurutku, kita nggak mesti ada dipertemukan jarak. Karena kita juga harus memahami kesibukan sahabat kita. Yang terpenting, tetap saling kontak, tak tertinggal kabar, dan terpenting saling support walau terpisahkan oleh jarak. :)

Karena orang kadang lupa perihal "memahami" seseorang.  Dan langsung menjudge atau menyalahkan tanpa mau tau kondisi orang lain.

Kalau aku lihat kebanyakan friendship-friendship gitu mah. Update status kalau "sahabat gue apaan, nggak ada kalau lagi dibutuhin, ada kalau lagi gue seneng". Ya kalau lagi butuh support ya senggol dia dengan cerita keadaan lo. Nantinya si sahabat lo bakal ngerespon dan ngasih support. Kalo lo engga bilang dan nggak cerita ya mana tau. Peka dalam persahabatan itu juga dibutuhkan, nggak cuma di relationship love story kidz zaman now.

Jangan judge sahabat lo sendiri. Kata minta dingertiin, ya ngertiin juga kondisi sahabat lo. Sama, sahabat satunya juga ngertiin kalau sahabatnya butuh support, luangin waktu lah setidaknya satu jam buat telpon, chatting, atau video call.

Saling memahami, saling percaya, tidak berprasangka, jalin komunikasi, atur jadwal meet up, dan engga mudah nge-judge, hal-hal seperti itu dibutuhkan dalam suatu hubungan, termasuk hubungan pertemanan yang serius alias persahabatan bahasa gaulnya. Kita enggak hanya butuh sikap positif dalam pergaulan tetapi pikiran positif pun juga dibutuhkan.


Ehe.





Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Ada kisah yang ingin kubagi. Tentang sebuah rasa yang penuh tanya. Kalau aku tanya pada hati, hanya ada rasa kebimbangan, gelisah, dan kekhawatiran.

Aku cuman manusia lemah. Remaja muda yang sedang dimabuk cinta. Tapi aku manusia polos, tak mengerti apa-apa. Apalagi masalah hati. Hati tak pernah mau jujur. Seakan diri jadi idiot hanya karena sebuah rasa.

Lalu bagaimana perkara cinta? Ah...  apalagi "celupan indah yang tak tersentuh tapi terasa". Bukannya bohong, tapi aku tak paham. Aku bingung dan bimbang. Hanya mampu membisu diri ini.  Yang tau hanya hati dan biarlah hati berbicara hingga pada waktunya.

Jadi kau memendam rasa?

Bukan rasa sebenarnya. Ini hanya ilusi anak muda. Sudahlah biar hati yang bersenandung, dia yang tau.








Sore hari tanpa gerimis. Aku bingung sama rasa yang hadir di hati. :")

Jadi, ajarin dong... :v



Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar


Karena seseorang yang baru saja saya temui—setidaknya dalam waktu seminggu bersamanya, saya jadi lebih sadar memahami definisi kebahagian manusia yang tidak harus sesuai standar masyarakat.

Melainkan sesuai dengan cara mereka sendiri. Sesuai pilihan mereka sendiri. Walaupun terkadang menurut kita "nggak baik", tapi kalau itu pilihan mereka dan mengerti akan konsekuensi atas pilihan tersebut, ya kita bisa apa?

Setidaknya memang kita sudah menasehati jikalau itu berbeda arus dengan pola pikir masyarakat. Tapi ingat, belajarlah menghargai keputusannya. Toh itu pun standar kebahagiaan diri mereka sendiri, kenapa kita yang rewel?

Bahwa sebenarnya benar kebahagiaan memang tidak bisa dibeli. Tetapi kita ciptakan sendiri—dengan cara yang kita pilih.

Dan lagi-lagi benar kan, bahwa memang hidup adalah pilihan. Kita disuguhi berbagai pilihan yang kadang membuat kita bingung dan seringkali berkata pada diri "is that right?".

Dan benar saja, setelah saya dinasehati tersebut, diajaknya ngobrol, bercanda, dan tertawa bersama, tiba-tiba sakit saya sembuh seketika. Oh God, se-simple ini kah meredakan penyakit hanya dengan kebahagiaan yang saya buat sendiri—tertawa bersamanya. (tetap dalam jalur "kesembuhan itu dari Allah" ya)

Jadi saya yang sebelumnya sakit pusing, mag, kecapekan lah, campur aduk karena habis mudik motoran wkwk, udah ditidurin, udah istirahat, udah buka yang enak-enak tapi nggak nafsu wkwk, tetep aja sakitnya belum diangkat. :( Etapi karena salah seorang mengahmpiri saya dan memberi nasihat buat "move and move" atau gerak ayok gerak! Jangan dibuat tidur aja, akhirnya saya coba. Lalu saya bicara-bicara absurd bersama dia di malam tanpa bintang. Yak, dia berhasil membuat saya tertawa terbahak dan melupakan sakit saya. Ohh sederhana inikah bahagia hanya dengan tertawa dan mampu mengusir sakit.

Tertawa aja bisa ngebuang penyakit kita ternyata. Apalagi ketawa sama orang yang kita sayang #ea. Diri pasti bahagia kan pake banget. Langsung dah sakitnya hilang wkwk. Jadi kalau sakit ketemu aja sama orang yang kita sayang, (tidak disarankan, deva ngelantur buat teori sendiri). Intinya mah kita bisa sembuh dengan bahagia yang kita bikin sendiri.

May be, quotes tentang "semua penyakit bisa terjadi karena pikiran" itu emang benar. Kita diperintah untuk bersabar, bersyukur, dan pasrah—dgn syarat dan ketentuan berlaku terhadap apa yang menimpa kehidupan manusia. Karena memang manusia gudangnya penuh ujian.

So that's why, nabi mengajarkan kita agar tidak stress. Melainkan menciptakan kebahagiaan kita sendiri, yang setidaknya bahagia kita sesuai dengan standar bahagia Tuhan dan nabi kita. Walaupun kembali lagi kepada pilihan masing-masing pribadi.

Lalu mengapa nabi tidak pernah stress? Karena beliau pasrah—syarat dan ketentuan berlaku dan menaruh pada satu harapan, yaitu Allah.


Malang, 9 Juni 2018




Yours
DEVANDA C. P. N


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Setelah Piala Dunia menjadi topik trend di kancah Internasional yang akhirnya dimenangkan oleh Perancis. Disusul Asian Games yang menjadi perbincangan hangat Internasional, khususnya bagi negara-negara kawasan Asia yang merayakannya. Tak kecuali Indonesia sebagai tuan rumah pastinya ikut serta memeriahkan Asian Games 2018. 

Asian Games merupakan event olahraga dari berbagai bidang pada tingkat Asia yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Event ini akan diadakan pertengahan tahun 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia. Kabarnya, sehari pasca memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-73, acara bergengsi ini akan dimulai. Sekitar 11.000 atlet dari 45 negara akan berkompetisi secara sehat melalui dunia olahraga pada 18 Agustus-2 September 2018 di Palembang dan Jakarta.

Tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia mengingat ini adalah kedua kalinya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games. Menjadi tuan rumah pertama saat tanah air berusia 17 tahun, tepatnya pada tahun 1962. Masa Pemerintahan Soekarno memanfaatkan Asian Games 1962 sebagai ajang unjuk kemampuan Indonesia dalam memperkuat hubungan di kancah internasional.

Sebagai tuan rumah tentunya Indonesia tidak ingin mengecewakan para tamu Internasional dalam pesta olahraga Asia. Renovasi dan pembangunan GOR tak henti-hentinya digenjor oleh Pemerintah Indonesia. Arena olahraga Stadion Gelora Bung Karno dan Palembang dibenahi menjadi lebih kece dengan alokasi dana sebesar tiga miliar rupiah.

Selain infrastruktur dan pembangunan arena olahraga, tak lupa pemerintah menggelorakan semangat menyambut Asian Games 2018 kepada masyarakat sebagai bentuk kebanggaan negerinya menjadi tuan rumah pesta olahraga bergengsi ini. Bahkan Presiden Joko Widodo turun tangan mengajak seluruh kementerian untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai Asian Games.

Dengan menjadikan Asian Games 2018 sebagai topik hangat yang dibicarakan oleh warga merupakan suatu apresiasi dan dukungan rakyat sebagai tuan rumah. Walaupun tidak semua warga negara Indonesia dapat turut hadir memeriahkan  Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, tapi semangat dukungan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 tetap dapat tersalurkan. Dari semua instansi dan lembaga negara didorong pemerintah untuk turut mendukung Asian Games 2018. Tak bosan-bosannya banner bertuliskan “Sukseskan Asian Games 2018” atau dukungan sejenisnya bertebaran di jalan-jalan. Baik di depan kantor-kantor instansi negara atau lembaga negara bahkan kantor milik swasta pun terpampang poster dukungan Asian Games 2018.  

Dengan mengusung motto Energy of Asia, Indonesia berusaha mengangkat aneka kekayaan Indonesia yang dapat merepresentasikan betapa beragamnya Asia. Baik dari segi budaya, bahasa, dan jejak sejarah. Dengan karakter semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, maskot Asian Games 2018 mengusung tiga hewan yang mencerminkan Indonesia. Bhin Bhin, Atung, Ika, adalah nama-nama maskot. Bhin Bhin adalah burung cendrawasih yang melambangkan strategi, Atung adalah rusa bawean yang melambangkan kecepatan, dan Ika adalah badak bercula satu yang melambangkan kekuatan.

sumber:
wikipedia Indonesia
liputam6.com
olahraga.kompas.com 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

About Me
Hallo, I'm Devanda! Seorang pelajar absurd yang nyasar di platform digital bernama blog dan suka ngoceh random dalam bentuk tulisan. Yuk kepoin blog aku dan berteman, berdiskusi bersama lewat dm ig: @pandamonokurobo atau drop ur email on devancpn30@gmail.com [Klik gambar selengkapnya]

Klik Follow dong biar seneng

Blogger Perempuan

Follow Sosmedku dongs

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Postingan Populer

  • Me Time
    Salah satu hikmah yang saya ambil saat saya sedang sakit di bulan November 2019 adalah tentang me time. Selama saya sakit kan goler-go...
  • OSPEK Part II: Maba Rebel
    Hari kedua ospek di bulan Agustus di usung oleh fakultas. Yaaaa ospeknya begitulah. Aku jarang main-main sama temen sejurusan waktu sebe...
  • Surabaya
    oya saya lupa nggak sempat foto-foto karena ngejar waktu takut kemalaman. Cuma ambil sedikit sekali foto. Sebenarnya pergi ke Suraba...

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  January 2022 (1)
      • Hal yang Aku Sesali Selama Menjadi Mahasiswa
  • ►  2021 (41)
    • ►  November 2021 (5)
    • ►  September 2021 (2)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  May 2021 (25)
    • ►  April 2021 (5)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (1)
  • ►  2020 (75)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  May 2020 (19)
    • ►  April 2020 (15)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (27)
  • ►  2019 (19)
    • ►  August 2019 (1)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (2)
    • ►  May 2019 (1)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (11)
  • ►  2018 (35)
    • ►  December 2018 (15)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (2)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (4)
    • ►  July 2018 (8)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
  • ►  2017 (3)
    • ►  December 2017 (2)
    • ►  November 2017 (1)

Categories

  • #30daysBPN
  • cerita receh
  • Curhat
  • Event
  • life
  • Makanan
  • Opini
  • parenting
  • review
  • Sejarah
  • semester 1

Kenalan dulu dong

Devanda C.P.N
View my complete profile

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates